Jun 18, 2015

Deli

Saya punya teman namanya Deli (bukan nama sebenarnya). Orangnya baik, polos, apa adanya dan kadang pemalu. Dulu kalau makan suka malu-malu ga dihabiskan, bekalnya dari rumah sering dibawa pulang lagi tapi sekarang kalau makan harus dua porsi. Rajin membelikan obat kaligata/biduran buat saya tapi akhirnya diminum sendiri karena jadi kena kaligata juga. Satu almamater dengan saya, adik kelas satu tahun dibawah saya. Waktu kuliah saya ga kenal dia tapi dia kenal saya, terbukti kan kalau saya tuh orangnya terkenal, terkenal tukang tidur maksudnya...

Dia suka sekali cerita horor, suka menakut-nakuti teman-teman yang lain. Padahal sendirinya penakut abis. Sehingga jika ngisengin orang gampang untuk diisengin balik.

Suatu hari saya masuk sore pulang jam 10 malam dan oper shift ke dia. Kami berniat iseng buat menakutinya. Sebelum dia datang semua lampu di ruangan dimatikan dan kami ngumpet di bawah meja. Begitu masuk, dia ketakutan sekali terdengar dari langkahnya yang semakin cepat menuju ke saklar lampu. Agar suasana terasa horor kami melemparkan beberapa spidol, PRAAKKK..!!! Dia seperti ingin teriak tapi karena tidak ada orang satupun maka ditahan. Setelah lampu menyala semua, kami keluar dari persembunyian dengan tiba-tiba, tentu saja membuatnya terperanjat.

"Ih ngerjain aja..." hahahaha... 

Di malam-malam berikutnya saat oper shift lagi, seperti biasa lampu dimatikan tapi kali ini disisakan lampu tengah. Saat dia datang, sebelum meletakkan tasnya kami ajak ngobrol di tengah ruangan. Membahas tentang sesuatu yang horor. Langsung deh tuh mengalir cerita horor di kost-kost'annya waktu kuliah. Semangat dan heboh sekali ceritanya. Jadi katanya ada seorang temennya yang pingsan karena melihat shinchan di jendela kostnya.

"Shinchan maksudnya apa Deli?" tanya saya pura-pura tidak paham.
"Nanti kalo disebutin kakak bisa takut" jawab Deli setelah sekian detik memikirkan sesuatu.
"Ga kok, aku ga takut, bilang aja..."
***Berpikir serius...
"Kalau kakak meninggal kakak akan jadi apa, ya itulah temen aku melihat itu..."
"Meninggal? Jadi apa? Pocong maksudnya?"
"Iya kak" jawab Deli dengan ekspresi ketakutan.
"Trus gimana lagi?"
"Jadi temenku ngelihat pocong di belakang kostnya dari jendela, abis itu dia pingsan"
"Ooh..emang serem banget ya"
"Ya serem donk kak namanya juga kya gitu" kata Deli masih belum tega menyebut kata pocong.
"Kok jadi merinding ya dengernya, takut ah..kita pulang yuk..." ajak saya pada teman-teman.
"Hayuk pulang takut ah disini... hiiyyy... merinding..." jawab semua teman-teman sambil berlalu meninggalkan Deli.
"Ih jangan tinggalin aku.. Jangan pulang dulu tungguin kak Dian dataang..." Deli kebingungan karena kak Dian teman seshiftnya belum menampakkan diri.
"Dadaaahh..kita pulang yaa.. Hati-hati Deli ada shinchan..."
"Kalian ini ngejebak aku yaa..."
"Hahahahaa...."

Akhirnya dia ikut keluar duduk di depan ruangan menunggu sampai kak Dian datang. Di hari-hari berikutnya dia tidak mau lagi cerita horor biar dipancing-pancing kya apa tetap tidak tidak dan tidak. Hahahaha....

No comments:

Post a Comment

Tolong jangan spaming ya Kisanak. Kasih masukan agar saya banyak belajar lagi. Semoga kita semua dimanapun berada selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiinn... Tengkyu yaa... Pokoknya mah betapa ku cinta padamu deh. Salam Hormat High Quality Gombel.