Jul 14, 2018

Mahalnya Pipis Di Eropa

"Asyik banget sih bisa maen salju..." kata beberapa sahabat saat melihat foto saya berpose ala Princess Elsa di film Frozen. Ketawa ketiwi ngakak sok melempar pasir beku berwarna putih mirip garam tabur di meja makan. Memang fenomena yang jarang atau malah tidak pernah ditemui di negara sendiri ini terlihat indah saat difoto. Tapi taukah sebenarnya apa yang saya rasakan dibalik itu semua? Badan menggigil, hidung meler, kepala pusing, meriang belina, tangan beku, licin, kepleset, lensa kamera dan kacamata berembun... Aarrghh rasanya mau mewek pengen cepat pulang. Paling betah ya diam di cafe minum yang anget-anget dan duduk paling dekat ke penghangat ruangan. Setidaknya 100 ribuan harus melayang demi kehangatan. Tidak ada acara gratis emang punya mbahmu. Nah kalau minuman hangat sudah diolah di dalam tubuh lalu bakal muncul kerepotan yang baru lagi yaitu kebelet pipis. Huaaa....

Urusan kebelet pipis ini yang paling sering menghantui sepanjang jalan. Kedinginan di ruang berAC saja, setidaknya sejam sekali harus bolak balik ke toilet, apalagi di tempat beku ya beser pastinya. Sedangkan toilet umum di Eropa kebanyakan tidak gratis, harus masukin koin dulu pintunya baru bisa kebuka sekitar 50 sen - 1 yuro (1€ = Rp 17.000). Berbayar mahal pun masih mending jika mudah ditemukan, biasanya muter kesana kemari tidak ada. Sekalinya ada kadang tidak ada petugasnya, bahasanya lokal dan tidak tau cara pakainya. Solusi termudah ya cari yang gratisan tapi dengan syarat beli sesuatu dulu di cafe. Sama bae!!!


Bagaimana jika tidak punya koin? Beberapa tempat biasanya menyediakan mesin penukar koin di dekat pintu masuk, kadang juga ada loket khusus untuk bayar langsung ke petugasnya. Bahkan ada yang bayarnya pakai gesek kartu, bisa debit atau kredit. Seperti yang saya temui di Terminal Bus Oslo. Biarpun bahasanya tidak bisa dimengerti tapi gambar ilustrasinya cukup menerangkan. Tinggal digesek lalu muncul ceklist warna ijo dan pintu bisa didorong. Berapakah tagihannya? 20 RIBU. Alamak sekali pipiiiiiissss.....!!!! Maap orang miskin dilarang beser yaa...


Mesin gesek di toilet Terminal Bus Oslo Norway

Jangan dikira toilet mahal itu serba kinclong. Seperti biasa tidak pernah ada bidetnya (semprotan buat cebok). Hanya tersedia tissue gulung. Kadang malah ketemu rejeki jika penghuni sebelumnya tidak beres ngeflushnya, masih meninggalkan benda purbakala di dalam kloset. Belum lagi tissue di tempat sampah yang ketempelan sisa pembuangan, baunya semerbak memenuhi ruangan. Sudah bayar mahal pengennya benar-benar dipakai maksimal, selamaaaa mungkin di dalam toilet biar tidak rugi. Tapi jangankan lama, sebentar aja megap-megap nahan nafas.


Saya pernah suatu hari di Amsterdam, saking kebeletnya masuk ke hotel berbintang pura-pura nanya ke resepsionis, ngobrol sebentar lalu minta ijin ke toilet numpang pipis. Paling suka dengan toilet di hotel pastinya bersih.



Struk bayar ke toilet di Moscow (sekitar 14 - 15 ribu rupiah)

Sekedar tips sebaiknya selalu membawa botol kosong bekas air minum. Jangan lupa sebelum masuk ke toilet isi dengan air bersih, lalu bawa masuk dan buat cebok. Selalu sediakan juga tissue basah di dalam tas. Manfaatkan dengan sangat toilet gratis seperti di airport, hotel, mall, cafe atau restoran sebelum membaur di alam indah nan beku atau kalau mau silahkan pakai popok hahaha...


Botol air model ini paling praktis tidak blepotan

Sejauh saya melangkah, toilet umum yang bersih, gratis dan mudah ditemukan yaitu di Asia adalah di Jepang dan Korea. Toilet Jepang menurut saya paling okey, tombolnya banyaaakk ada flush, semprot gede, semprot kecil, blower, airnya anget, klosetnya dilapisin kain beludru dan macem-macem.

No comments:

Post a Comment

Tolong jangan spaming ya Kisanak. Kasih masukan agar saya banyak belajar lagi. Semoga kita semua dimanapun berada selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiinn... Tengkyu yaa... Pokoknya mah betapa ku cinta padamu deh. Salam Hormat High Quality Gombel.