Oct 9, 2018

My Diary - Helsinki

Helsinki, 27 Februari 2018 - 07:45
(memindahkan dari buku diary)

Saat ini saya berada di dalam pesawat Finnair AY-951 yang akan menuju ke Copenhagen. Saya sudah duduk manis di seat 33B. Tempat duduk di pesawat ini sempit, bakalan males ke toilet karena mengganggu orang di sebelah. Tapi 1.5 jam dengan udara beku gak yakin kalau gak beser. Pesawat masih menunggu penumpang boarding. Ibu pramugari sibuk membantu meletakkan bagasi kabin dan menunjukkan seat ke para penumpang. Pramugari disini kebanyakan ibu-ibu gendut, bukan mbak-mbak yang masih muda seperti pesawat low cost di Indonesia. Rambutnya juga asal diiket pakai karet gelang agak awut-awutan, boro-boro disanggul. Dandannya juga biasa aja bedak tipis dan lipstik samar-samar. Hanya 1 yang masih muda sedikit menor dan pakai peci, udah senior males kali ya. Bajunya kemeja putih dengan blazer biru dongker dan rok di bawah lutut dibelah belakang. Pakai sepatu pantopel warna hitam low heels. Seperti ibu-ibu yang kerja kantoran kalau di Indonesia.




Sebelah kanan saya Amel, sebelah kiri babang ganteng pakai jas rapi banget sedang membuka laptopnya. Esmud ganteng brewokan tipis, rambut cepak dan pirang tentunya. Saya ngintip sepertinya sedang membuka artikel tentang lingkungan. Entah tugas kuliah atau bahan ngajar, gak tau juga wong bahasa Inggris semua gak mudeng. Lihat babang sibuk saya juga ambil buku diary dan nulis ala kadar ini, pura-pura sibuk juga biar disangka orang penting. Amel sudah tidur sambil menyandarkan kepala ke jendela. Badan kami memang cukup lelah sehabis terbang 12 jam dari Singapura ke Helsinki.

Suhu diluar -16°C dan bersalju, begitu juga dengan Copenhagen melihat di website perkiraan cuaca. Banyak warning tanda kuning dihape pertanda cuaca ekstrim. Entah gimana nanti saat bersentuhan dengan salju katanya di Copenhagen lebih dingin dari pada Helsinki. Semoga badan ini kuat. Dengan niat baik Insya Allah semua akan dipermudah. Awali dengan Bismillah dan serahkan saja pada Allah.

Babang di sebelah mulai mematikan laptopnya, tampaknya sebentar lagi take off. Saya juga mengakhiri tulisan ini dan akan mengembalikan buku diary ke dalam tas di bawah tempat duduk lalu pasang bantal leher dan siap tidur menyusul Amel. Bye bye..  Sampai ketemu di Copenhagen.

No comments:

Post a Comment

Tolong jangan spaming ya Kisanak. Kasih masukan agar saya banyak belajar lagi. Semoga kita semua dimanapun berada selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiinn... Tengkyu yaa... Pokoknya mah betapa ku cinta padamu deh. Salam Hormat High Quality Gombel.