Nov 22, 2018

Berdebar Di Imigrasi Bandara

Hal yang paling mendebarkan diantara serangkaian perjalanan adalah saat melewati imigrasi di bandara. Dipelototin oleh sang muka datar, dingin dilipet tanpa senyum, dahi berkerut tak jarang bikin gemetaran dan lemas di sekujur tubuh. Biarpun berusaha setenang mungkin tetap saja deg-degan gemuruh menggelegar. Apalagi kalau sudah dipelototin berkali-kali dan paspor dibolak balik "Ya Allah pasrah deh".

Pertanyaan yang paling sering biasanya mau kemana, berapa lama, ada tiket pulang, tinggal dimana, itinerary dan masih banyak lagi yang kadang diluar dugaan. Hanya Allah dan petugas imigrasi yang tau. Selagi jawaban meyakinkan Insya Allah lancar. Misalkan memang hanya liburan ya jawab saja apa adanya dan bisa menjelaskan mau kemana setidaknya punya gambaran tentang tempat yang pengen dikunjungi. Jangan sampai ngekngok tidak tau apalagi cengengesan. Kalau beruntung ya tidak akan ditanya apa-apa. Lancar jaya bebas hambatan.

Saya pernah parno banget saat masuk ke Rusia. Segala dokumen yang kira-kira bakal ditanya disiapkan semua. Tiket pulang, reservasi hotel, tiket flight dan kereta domestik, itinerary bahkan tiket nonton ballet juga disiapkan. Jadi segepok di dalam map holder trus ditenteng. Biar kalau ditanya gampang ambilnya. Pasrah mau diapain juga. Eh malah gak ditanya sedikitpun. Proses imigrasinya memang lumayan lama. Satu orang bisa lima menit kadang lebih. Petugasnya ketak ketik sambil sesekali menatap muka. Setelah itu paspor dikembalikan dan sudah.

Gemetaran lagi saat pertama kali masuk ke Eropa yaitu di Amsterdam. Konon kalau bareng rombongan paspornya diserahkan bersamaan. Saya berenam dan dipercaya mewakili maju ke depan. Petugasnya mbak-mbak dan mas-mas masih muda. Ada 2 orang di loket.

Pertama dihitung jumlah paspor.
"Kamu berenam ya dengan teman-teman yang baju merah itu?"
"Ya betul"
"Kamu baru pertama ke Eropa?"
"Iya" pura-pura tenang padahal hampir ngompol.
Kedua ditanya itinerary. Dibolak balik dibaca dari awal sampai akhir lalu didiktekan ke saya sambil manggut-manggut.
"Kamu kesini mau liburan??"
"Iya"
"Ke Belgia, Jerman, Prancis, Belanda lagi lalu kembali pulang?"
"Iya"
"Okey enjoy your holiday" semua paspor dikembalikan sambil tersenyum baiiik sekali. Alhamdulillah...

Di Jepang pernah ditanya bukti reservasi hotel. Syukurlah sudah saya print. Tapi petugasnya bingung. Ditatap berulang-ulang.
"Dimana penginapan ini?"
"Di Minami Senju"
"Saya baru dengar ada penginapan ini" lha piye to bang mosok ngarang sendiri, print-print'annya juga langsung dari website. Itu guest house bang bukan hotel.
"Tahun kemaren saya pernah menginap disini"
Lalu abangnya ngutak atik henpon browsing sesuatu. Entah apa yang diketik, huruf kanji semua. Jangan-jangan smsan ama pacarnya juga gak tau. Akhirnya paspor distempel dan dikembalikan.

Pertanyaan yang paling neko-neko saat di KLIA. Beberapa kali keluar masuk ke Malaysia selalu dapat pertanyaan yang tak diduga.
"Kamu pernah kerja di Saudi?"
"Kamu pernah kerja di Malaysia?" emang nasib gue punya tampang...

Pernah juga saat transit tapi bukan petugas imigrasi hanya mbak-mbak petugas di loket transit. Flight dari Seoul delay sehingga di Malaysia waktu transit jadi mepet sekali. Baru juga landing sudah ada panggilan boarding ke Jakarta. Saya minta ijin nyelak antrian. Sampai di depan malah kena sewot
"Kenapa terlambat?!!"
"Pesawatnya yang delay" kok saya yang dimarahi toh mbak ee...
"Bongkar semua tasnya" hastagaa udah mepet tetep suruh bebongkaran. Lagian baru turun dari pesawat gak keluar bandara, emang bawa apaan. Noh lihat isinya duit semua... Petugas disini paling seneng ngerjain. Okey gak apa-apa ya memang tugasnya mereka.

Saat ke imigrasi jangan memakai case pasport, copot dulu semua aksesoris di pasport

Sedangkan di Airport Norway saya sering kena random check. Diajak masuk ke ruangan dioles-oles apa saya gak tau, seperti di mall disuruh nyobain parfum, lalu diraba terutama bagian kerudung dan dicek pake alat detektor seluruh badan. Isi tas juga dilihat semua. Untunglah tidak ada masalah. Malahan di Airport Bodo kerudungnya suruh dibuka. Kaget, ya mau gimana lagi dari pada panjang urusan. Tapi baru mau dibuka petugasnya bilang, stop stop tidak usah. Cukup. Alhamdulillah...

Saat keluar dari Helsinki petugasnya mas-mas ganteng. Menatap muka sambil senyum ramah. Tiba-tiba nanya, terdengarnya seperti 
"Have you been to Than More??" waduh mati apaan ya... Emang Than More dimana?
"Saya abis dari Helsinki mau ke Singapur" yang penting jawablah.
Nanya lagi "Have you been to Than More??" 
Than more apaan sih mas. Grogi serasa mau pingsan dan mendadak zonk. Bolak balik menatap saya lalu paspor distempel dan ditunjukkan visa schengen saya. Ya Allah Denmark... Kenapa masuk ke telinga saya jadi Than More... Saya membuat visa dari kedutaan Denmark padahal keluar masuk schengennya dari Finland. Okey tidak ada masalah masnya hanya iseng pengen ngobrol.

Nah yang ini sebenarnya gak terlalu bikin deg-degan. Karena saatnya keluar dari Singapura. Keluar memang lebih lega dibanding saat masuk. Takut ditolak dideportasi. Tapi kali ini hanya transit dan akan terbang ke Helsinki. Kebagian petugas ibu-ibu usianya sekitar 50an.

Pertama ditanya tiket pulang. Semua tiket flight saya serahkan termasuk extend ke negara sebelah hingga tiket pulang ke Indonesia. Kedua ditanya,
"Benar ini foto kamu, kenapa beda-beda semua?" sambil melihat foto di visa-visa sebelumnya.
"Benar buk itu saya semua" meragukan memang di paspor tampang inem aslinya lebih mirip kakak saya mbak Dian Sastro.
Ketiga lebih dipelototin lagi,
"Kamu masih sekolah?" saking groginya jawab agak blepotan...
"Oh tidak, sudah kerja"
"Kerja dimana?"
"Indonesia"
"Ya saya taulah...!!" sedikit bentak kesel-kesel gemes.
"Oh maap, di Hospital" mati gue!!
"Kamu dokter?" 
"Bukan di bagian babibu...." saya jelaskan agak panjang mulai dari nyuci piring sampe gosok baju.
"Trus kamu sekarang mau kemana?"
"Helsinki" alisnya ibuk mengkerut, saya jawab lagi "Hmm Finland" masih mengkerut lagi... Ya Allah apa yang salah ya...
"Sekolah disana?"
"Bukan hanya liburan"
"Jauh sekali kamu liburan, berapa lama?"
"2 minggu"
"Sama siapa kamu pergi"
"Berdua dengan teman saya"
"Mana teman kamu?!!" Ya Allah buk penting banget toh... Tolah toleh cari teman saya untung masih kelihatan, jarak 2 line di sebelah dan sudah beres lebih cepat.
"Yang itu baju kotak-kotak disana"
"Teman kamu kerja juga?"
"Iya"
"Kamu sering seperti ini, kerja kamu bagaimana?"
"Kalau ada cuti iya, selesai cuti kerja lagi" jawaban anak TK sampai keluar.
"Mau kemana saja nanti"
"Copenhagen, Oslo, Stockhom, Tallinn, Helsinki trus pulang" menatap dalam-dalam sambil mlorotin kacamatanya, lalu manggut-manggut dan paspor dibolak balik. Waduh apalagi nih...
"Ya sudah hati-hati yaa..." paspor distempel dan dikembalikan.
"Thank you"

Ya Allaaaah... Leganya sampai ke ubun-ubun. Nanya panjang lebar dikira mau dikasih ongkos buk. Tapi lumayan dikasih senyum sedikit. Kebanggaan tersendiri kebagian petugas imigrasi yang bisa senyum.

Dari pengalaman yang sudah terlewati, saya jadi punya point yang harus diperhatikan saat masuk ke suatu negara. Tapi hanya sebatas liburan karena belum pernah tujuan lain yang menetap lama misalkan sekolah atau kerja.
  • Sebaiknya punya foto copy paspor dan visa, lebih baik lagi disimpan dalam file di flashdisk atau email. Mitamit jangan sampai hilang sih, tapi seandainya terjadi yang paling buruk masih ada copynya dan gampang ngceknya.
  • Di pesawat biasanya pramugari akan membagikan Disembarkation Card untuk foreign nationals, isi dengan jelas dan sejujurnya. Biasanya minta dituliskan alamat tinggal dan nomor telpon. Lha alamatnya segambreng kertasnya kecil. Ya sudahlah diatur aja. Selipkan di dalam paspor dan jaga baik-baik jangan sampai hilang.
  • Print tiket pulang pergi termasuk tiket apa saja yang sudah dibooking misalkan tiket bus atau kereta pindah kota/negara atau apa saja yang bakal meyakinkan bahwa ke negara itu sekedar liburan dan pasti akan pulang bukan mencari kerja.
  • Print semua bukti reservasi hotel.
  • Itinerary / rencana perjalanan, persiapkan dengan matang. Ketik sedetail mungkin dari mulai masuk sampai keluar negara itu mau kemana saja dan ngapain aja, tulis sejelas-jelasnya.
  • Siapkan uang cash secukupnya, jika kena random check bisa jadi ditanya bawa uang berapa? Intinya ke negara orang ya punya duitlah ga bakalan gembel disana.
  • Bersikap tenang, sopan dan tidak mencurigakan. Patuhi aturan yang ada. Tidak memainkan hp atau gadget. Tidak memotret dan antri yang rapi. Tunjukkan pada petugas bahwa datang baik-baik ke negara itu.
  • Setidaknya bisa ngomong enggres biarpun hanya yes no aiem fain syukur-syukur bisa ailopyu mister.
  • Catat alamat dan nomer telpon KJRI, teman atau nomer penting lainnya, seandainya sewaktu-waktu perlu bantuan.
  • Tidak perlu takut atau merasa diintimidasi oleh petugas imigrasi maupun petugas yang lain di bandara karena memang tugas utama mereka. Maklumlah mereka pintu gerbang suatu negara punya peran penting untuk melindungi negara. Hargai profesi mereka dengan sikap kooperatif, menjawab pertanyaan dengan jujur dan sebaik-baiknya. Jangan lupa berdoa, Bismillah, Insya Allah lancar. 

No comments:

Post a Comment

Tolong jangan spaming ya Kisanak. Kasih masukan agar saya banyak belajar lagi. Semoga kita semua dimanapun berada selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiinn... Tengkyu yaa... Pokoknya mah betapa ku cinta padamu deh. Salam Hormat High Quality Gombel.