Dec 6, 2018

Tidur Di Hotel Berjalan

Salju setinggi mata kaki menutupi sepanjang jalan dari Gärdet Metro Station ke Värtahamnen Ferry Terminal sejauh 500 meter. Hamparan lembut serbuk es itu harus terkoyak oleh pijakan sepatu dan roda koper. Membentuk telapak kaki dan dua garis memanjang seperti rel kereta. Garis itu sesekali bengkok akibat roda koper terjebak di jalan berlubang. Tidak membutuhkan waktu lama jalan itu akan mulus kembali karena hujan salju masih belum berhenti. Semakin mendekat ke ferry terminal tumpukan salju semakin tebal. Laut dan daratan tidak ada bedanya. Semua membeku.

Di tepi ferry terminal teronggok dua kapal besar milik perusahaan Tallink. Berwarna putih tingginya melebihi gedung terminal. Satu diantaranya bernama MS Baltic Queen. Kapal inilah yang akan membawa saya ke Tallinn Estonia untuk melengkapi tugas menikmati dunia. Dengan pertimbangan menginap di hotel sekalian pindah tempat (hotel berjalan). Agar merasakan seperti rangorang sekalian latihan jadi menantu raja minyak biar gak kaget. Apalagi kapal pesiar di Eropa yang punya standar kenyamanan dan keamanan yang memadai, sesekali layak dicoba agar taunya jangan hanya kapal Ro-Ro Merak Bakauheni.

Download dari google agar terlihat full body.

Kapal MS Baltic Queen tampak dari belakang dalam cuaca galau.

Menginjakkan kaki ke garbarata mata mulai terbelalak berdecak kagum tapi pura-pura biasa aja agar tidak terlihat norak. Sesekali melirik kapal dari sela-sela kaca. Namanya juga latihan jadi sok kalem elegant padahal dalam hati teriak "Wajegile ndro bagus amat yak" Seandainya di kampung sendiri pasti bakal ngoceh panjang lebar tentang kapal ini.

Kapal ini akan berangkat jam 19.00 waktu Stockholm. Saya mulai masuk 1 jam sebelumnya. Di depan pintu berderet petugas berseragam necis berparas seperti boneka menyambut saya bak tuan putri. Interior di dalam sejauh mata memandang kinclong, bening dan berkilauan akibat pantulan cahaya lampu. Semua lantai berlapis permadani mewah tiada kotoran menempel. Terpaksa diinjak sepatu saya yang ndeblok ketempelan salju. Sekotor apapun calon anak papah tetap dipersilahkan masuk. Mas-mas berambut klimis, memakai blazer dan berdasi mengantarkan sampai ke depan resepsionis.

Harga tergantung pilihan kamar mulai dari premium cabin, deluxe, junior suite hingga executive suite dan including dinner atau tidak. Buat anak kost cukup yang paling murah yang penting bisa selonjoran dan masak nasi. Perut asli Indonesia gitu loh. Nanti kalau sudah jadi anak papah baru minta kelas teratas dengan fasilitas yang super mewek. Anehnya harga one way lebih mahal daripada round trip. Jadinya beli round trip dan tiket baliknya terpaksa disobek.

Mbak resepsionis memberi kunci kamar nomer 8824 di deck 8 dan password wifi. Wifi disini gratis biarpun kadang-kadang LELET. Kamar dengan dua tempat tidur, yang satu bisa dilipat jadi sofa serta jendela bulat langsung menghadap ke laut. Bisa melihat kapal berlayar diantara tumpukan es. Ada juga meja, lemari, toilet, handuk dan toiletries lengkap persis seperti hotel di darat.

Nah sudah masuk kamar, sebelum masak kita intip dulu yuk sebagus apa hotel berjalan ini dan fasilitas apa saja yang bisa dinikmati. Pokoknya jangan kemana-mana ya gaes scroll ke bawah sampai habis. Kita kelilingin semuanya.

Kalau males antri lift banyak tangga manual. Tangganya aja bling-bling beginiihh...

Kapal MS Baltic Queen mulai beroperasi bulan April 2009. Berkapasitas 2800 orang, 420 mobil dan 75 truk atau trailer. Terdiri dari 12 deck dengan panjang 212 meter. Termasuk kecil dibanding kapal pesiar di lautan Amerika yang tingginya segunung seperti Royal Caribbean yang muat sampai 6000 orang. Ini hanya separonya. Tapi secara kinclong dalamnya mirip-mirip.

Kita mulai ngoprek dari deck 1, yaitu ruangan mesin tempat paling brisik tentunya. Deck 2 tempat tinggal semua staff dan crew cabin lengkap dengan fasilitasnya seperti lounge, bar dan restoran. Disini juga terdapat sauna, bar dan kolam renang untuk dewasa dan anak-anak. Deck 3 dan 4 adalah garasi mobil dan kendaraan lainnya. Parkiran dengan sistem hidrolik. Sementara kamar cabin untuk penumpang berada di deck 5, 8 dan 9.

Lorong ke kamar.

Selain kamar, di deck 5 juga terdapat Hera Salongid (beauty salon), hairdressers dan masseuses (face and body treatment, hair styling and colouring) yang buka selama 24 jam saat kapal beroperasi. Sebelum ke pesta bisa deh dandan menor disini. Terdapat juga conferensi hall dengan kapasitas 450 tempat duduk, Lotte Village / Childrens Playrooms dan Playstation Lounge. Konon saat summer conferensi hall itu akan ditutup sementara untuk disulap menjadi playground juga.

Lotte Village. Nanti cucu papah bisa diajak kesini biar gak bosan.

Games Room.

Playstation Lounge.

Bagi yang punya hobby shopping dan kecantikan di deck 6 terdapat cosmetic boutique, fashion clothing untuk dewasa maupun anak-anak, gadget dan elektronik, supermarket dan duty free tax-free selain menjual makanan juga souvenir, minuman beralkohol, rokok, parfum, kosmetik dan produk skincare. Tersedia juga Gift dan Toys Shop yang menjual berbagai souvenir dan beragam mainan anak-anak. Di berbagai pojok juga tersebar cafe dan bar. Sekilas pandang harga-harganya tidak jauh beda dengan harga di darat. Bisa bayar cash maupun debit.

Shopping Area.

Shopping Area.

Gift and Toys Shop.

Supermarket. Muter-muter disini sampai sejam ngecek harga termurah karena mau ngabisin duit Swedia yang tersisa 19 Krona. Dari pada dibawa pulang ga laku. Masih bisa kebeli 1 juice botolan, apel 2 bijik dan sofe cake kecil rasanya aneh. Harga air mineral lebih mahal daripada beer maupun juice botolan. Sebotol 600ml 50an ribu kalau dirupiahkan. Gile kan dro. Orang bule kalau beli beer sampai dus-dusan entah buat mandi atau apa, eh diminum ding.

Di deck 7 terdapat Fashion Street Boutique yang menjual berbagai produk brand internasional seperti Tommy Hilfiger, Guees, Esprit, Superdry, Marc'O Polo dan Desigual. Selain area shopping di deck 7 ini pusatnya restoran, cafe, bar dan lounge serta entertainment komplek yang menyediakan show lounge dan dance floor. Tinggal pilih mau dinner dimana, Grill House, Buffet Restautant, Alexandra Restaurant, Italian Restaurant, Gourmet Baltic Queen, Starlight Palace Restaurant dan masih banyak lagi.

Show Lounge. Biasanya jadwal show ada di kamar atau di cruise map yang terpampang di pojokan.
Lorong menuju bermacam restoran. Pilih aja papah mau makan dimana? Hayuk. Kalau ada sih pengen Bakso Yayu Gemi.
Piano Bar. Minum kopi sambil dengerin alunan music classic.

Kafetaria. Tempat makan yang include di pembelian tiket.

Sevilla Bar.

Tango Lounge. Banyak tempat nongkrong mah silahkan pilih yang mana.



Merasa bosan di dalam bisa naik ke deck 10 dan 11 yang merupakan outdoor deck. Bisa selonjoran sambil menikmati sepoi angin laut atau bintang di langit saat malam hari. Di deck 10 juga terdapat Ibiza Disco Nightclub bagi yang suka party-party jeb ajeb. Disediakan DJ profesional dan club music jedar jeder. Sedangkan di deck 12 terdapat helipad.

Pantesan ya keluarga papah seneng banget naik beginian, segalanya ada. Mau santai tinggal selonjoran minum kopi di cafe, pengen shopping tinggal ngesot, boring tinggal nonton atau maen games, badan pegel-pegel tinggal pijet ke spa atau sauna, kalau capek balik ke kamar bobok. Pokoknya bebas.

No comments:

Post a Comment

Tolong jangan spaming ya Kisanak. Kasih masukan agar saya banyak belajar lagi. Semoga kita semua dimanapun berada selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiinn... Tengkyu yaa... Pokoknya mah betapa ku cinta padamu deh. Salam Hormat High Quality Gombel.